Stunting Pada Setiap Perkembangan Anak Di Indonesia Serta Penanganannya Agar Stunting Bisa Teratasi
Nama Kelompok
2310801103 FADILLA MURTI NUR ANNISA
2310801125 RIANA SALSABILA
2310801096 ANNISA INDRI MUNAHAYATI
Stunting
adalah gangguan yang timbul pada anak-anak dan memiliki dampak terhadap
pertumbuhan mereka. Mungkin sebagian dari Anda belum familiar dengan istilah
ini, tetapi kasus stunting sering terjadi di Indonesia
Stunting
adalah masalah kesehatan anak akibat gizi buruk, terutama jika berlangsung
dalam jangka waktu yang lama. Penyebabnya dapat berasal dari malnutrisi pada
ibu hamil atau selama masa pertumbuhan anak.
Gejala
stunting paling umum yang terlihat pada anak adalah tinggi badan yang lebih
pendek dibandingkan dengan anak-anak sebaya. Namun, postur tubuh anak pada
dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk informasi lebih lanjut, mari
simak pembahasan di bawah ini hingga selesai.
Apa
itu Stunting?
Stunting
adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila
dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan
sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak.
Penyebab
utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan
anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda
adanya masalah gizi kronis.
Perlu
diingat bahwa anak pendek belum tentu mengalami stunting. Namun anak yang
mengidap stunting pasti berperawakan pendek. Anak dengan asupan gizi terbatas
sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat.
Menurut
WHO, suatu negara dikatakan memiliki masalah stunting bila kasusnya mencapai
angka di atas 20%. Sementara, di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes pada
tahun 2021, kasus balita stunting di Indonesia sebanyak 24,4% sehingga termasuk
dalam masalah yang perlu ditangani.
Penyebab
Stunting
Stunting
merupakan masalah kesehatan yang sudah ada sejak lama. Stunting disebabkan oleh
gizi buruk, terserang infeksi berkali-kali, kelahiran prematur, dan berat badan
lahir rendah. Namun, penyebab stunting yang paling banyak adalah karena
kekurangan gizi.
Maka
dari itu, Anda sebagai orang tua harus tahu bagaimana cara mengatasi susah
makan pada anak yang terkadang menjadi masalah umum pada anak-anak, khususnya
balita. Terdapat dua poin penting yang menjadi faktor utama terjadinya stunting
pada anak, di antaranya yaitu:
1.
Kurangnya Asupan Gizi pada Ibu Selama Hamil
Organisasi
Kesehatan Dunia menyatakan bahwa sekitar 20% kasus stunting terjadi sejak anak
berada dalam kandungan. Hal ini dapat terjadi akibat makanan yang dikonsumsi
ibu selama hamil kurang bergizi sehingga janin tidak mendapatkan cukup nutrisi.
Akhirnya,
pertumbuhan janin dalam kandungan mulai mengalami hambatan dan terus
berlangsung hingga setelah kelahiran. Maka dari itu, penting memastikan ibu
mengonsumsi makanan yang bergizi selama hamil.
2.
Kebutuhan Nutrisi Anak Tidak Tercukupi
Kondisi
ini bisa terjadi setelah kelahiran, tepatnya di saat anak di bawah usia dua
tahun namun kebutuhan asupan gizinya tidak terpenuhi. Asupan yang dibutuhkan
tersebut meliputi ASI dan MPASI (makanan pendamping ASI).
Selain
itu, kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab
stunting, khususnya makanan yang kaya akan protein, mineral zinc, serta zat
besi yang penting bagi anak di usia balita.
Penyebab
Lainnya
Selain
dari dua poin utama di atas, adapun beberapa penyebab stunting adalah sebagai
berikut:
Kurangnya
pengetahuan ibu terhadap pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil,
dan setelah melahirkan.
1)
Kurangnya
persediaan air bersih dan sanitasi.
2)
Berat
badan ibu tidak naik selama hamil atau kenaikan berat badan ibu kurang dari
nilai ideal.
3)
Terbatasnya
akses pelayanan kesehatan.
4)
Anak
menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi.
Ciri-Ciri
Anak Mengalami Stunting
Anak
yang berperawakan pendek tidak serta-merta mengalami stunting. Balita dapat
dikatakan stunting apabila tinggi badannya berada di bawah kisaran normal dari
standar tinggi badan anak berdasarkan usia pada dua kali pemeriksaan
berturut-turut. Selain perawakan tubuhnya yang pendek, adapun ciri-ciri stunting
lain adalah sebagai berikut:
1)
Tumbuh
kembangnya lambat
2)
Wajah
tampak lebih muda dari anak seusianya
3)
Berat
badan tidak naik bahkan akan cenderung menurun
4)
Kemampuan
fokus dan memori belajarnya tidak baik
5)
Anak
cenderung lebih pendiam
6)
Fase
pertumbuhan gigi pada anak melambat
7)
Dalam
jangka panjang, bagi anak perempuan berpotensi telat menstruasi pertama
8)
Anak
lebih mudah terserang/terinfeksi berbagai penyakit
Stunting
adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek
dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan
fisik pada anak. Sementara, dalam jangka panjang, dampak stunting adalah
sebagai berikut:
1)
Kesulitan
belajar
2)
Penyakit
jantung dan pembuluh darah
3)
Kemampuan
perkembangan kognitif menurun
4)
Meningkatkan
risiko obesitas pada anak.
5)
Daya
tahan tubuh melemah sehingga mudah terinfeksi penyakit
Pengobatan
Stunting
Pengobatan
stunting dapat disesuaikan dengan mengetahui penyebabnya, misalnya dengan
memperbaiki nutrisi, pemberian suplemen, atau menerapkan gaya hidup sehat.
Berikut beberapa upaya yang biasa dilakukan dokter dalam menangani stunting
1)
Mengobati
penyakit yang mendasarinya.
2)
Menyarankan
dan memberikan nutrisi tambahan.
3)
Memberikan
suplemen, umumnya berupa vitamin A, zat besi, zinc, dan yodium.
4)
Menyarankan
keluarga untuk mengajarkan anak menerapkan perilaku hidup bersih dan
memperbaiki sanitasi.
Pencegahan
Stunting
Cara
mencegah stunting dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa upaya berikut ini:
1)
Memastikan
anak makan buah dan sayur yang sehat
2)
Mencukupi
asupan gizi sejak pembuahan sel telur hingga anak berusia 2 tahun
3)
Memberikan
ASI eksklusif hingga bayi berumur 6 bulan
4)
Mengusahakan
anak mendapatkan imunisasi lengkap
Demikian
penjelasan mengenai pengertian stunting, penyebab, ciri-ciri, pengobatan,
hingga bagaimana cara mencegahnya. Singkatnya, stunting adalah masalah
kesehatan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi sehingga mengakibatkan
pertumbuhannya terganggu.
Komentar
Posting Komentar